PIALA YANG PATAH
“Pulanglah, Nak! Kehadiranmu adalah kado terindah untuk orang tua” ••• Dalam seminggu ini Ibu sudah berkali-kali menelpon Dudi dan Dudi juga berkali-kali berencana akan pulang, tapi sepertinya ia merasa berat jika harus pulang tanpa membawa piala kelulusan karena ia telah berjanji pada bapaknya akan segera memberikan piala itu. Maklum Dudi mahasiswa alot yang sedang menduduki semester akhir dan benar-benar akhir. Semester ini jika ia masih mendekam di kampus sepertinya pihak akademik akan mengusir secara halus alias di drop out. Dudi sudah berkomitmen pada dirinya sendiri jika bulan depan ia berniat untuk menghentikan petualangan di dunia kampus, setelah enam tahun sepuluh bulan lamanya berkecimbung disana. Beberapa minggu ini setiap malam ia mulai sering terlihat duduk bertemankan laptop dan beberapa buku serta kopi hitam yang menjaganya dari kantuk. Malam menjadi waktu dimana ia berpikir sekaligus bertindak, mungkin semesta sedang ingin melihatnya serius karena ia tak lag...