SHALAWAT CINTA, KATANYA.
"Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa rencanakan cintamu untuk siapa," ucapan President Jangcukers mengenai cinta selalu membekas dihati para manusia yang mendengarnya, termasuk Sansa. Bagi Sansa, Teka teki yang paling rumit adalah menikah dan mencintai, kalo kalian gak setuju itu urusanmu. Ia tidak memaksa siapapun untuk setuju dan masuk dalam dunianya, pun sebaliknya. Ia tidak ingin menjadi neraka bagi orang lain dan tidak akan membiarkan dirinya tenggelam dalam neraka yang buat oleh jutaan manusia yang ia temui. Sansa mencintai Rasyid tapi bukan untuk memilikinya, bagaimana ia akan memiliki seseorang jika dirinya sendiri bukanlah miliknya. Dunia kadang mengajak kita bergurau sekaligus berpikir dengan tidak mengenalkan waktu. Tuhan mempertemukan mereka diujung pulau Jawa, di tengah hamparan manusia yang datang dari berbagai pelosok kota. Rasyid lelaki yabg baik tapi tidak tampan, ia cerdas tapi tidak m...